LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL

Desa Rawa Tenam Kec,Pangkalan Lampam Kab.Ogan Komering Ilir 



Keaksaraan Fungsional” dengan tema “Buta Aksara Lanjutan”


Kesulitan yang dihadapi oleh warga belajar buta aksara lanjutan adalah,walaupun mereka sudah dapat membaca dan menulis tetapi masih belum lancar. Sehingga walaupun mereka sudh memiliki pengetahuan, namun mereka belum memiliki kemampuan fungsional yang diperlukan dalam kehidupan sehari–hari. Hal tersebut karena mereka biasanya jarang menggunakan keterampilan membaca, menulis dan berhitung dalam kehidupan sehari–harinya.

Tingkat belajar keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan, kesulitan yang dihadapi warga belajar dalam pelajaran membaca, menulis, dan berhitung adalah adanya rasa kaku dalam menulis, belum mampu mengartikan sebuah kalimat dengan jelas, serta adanya kesulitan dalam berhitung. Dengan kata lain para warga  Desa Rawa Tenam belajar mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan ajar, kurangnya tenaga pembimbing,serta kurang tepatnya metode penerapannya dalam kehidupan sehari –hari.



1. Materi Yang Disampaikan

Pembelajaran membaca,menulis dan berhitung adalah pembelajaran yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari –hari dissesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar.


2. Media

Pembelajaran membaca,menulis,dan berhitung untuk warga belajar yang rata –rata cukup umur yang diperlukan adalah pendekatan,metode,teknik,dan media yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan tutorial.

Adapun media –media yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini adalah gambar –gambar pada karton,buku –buku cerita sederhana (bisa berupa buku cerita anak),soal –soal hitungan sederhana dsb.





Kesulitan warga belajar dalam pembelajaran keterampilan membaca,menulis,dan berhitung disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
  1.  Kurangnya pengetahuan warga belajar tentang teknik membaca,menulis,dan berhitung yang tepat.
  2. Keadaan ekonomi warga belajar.
  3.  Kurangnya penyuluhan pemerintah tentang buta aksara.
  4. lKurangnya sarana dan prasarana

Usaha untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan diberikannya bimbingan dan penyuluhan mengenai buta aksara oleh pemerintah maupun praktek lapangan secara langsung khususnya dalam bidang membaca dan menulis bagi warga belajar di pedesaan.Pendekatan yang dilakukan yaitu kontek lokal,desain lokal,dan proses partisipasi.



B.Tujuan
Tujuan di lakukanya program " PEMBERANTASAN BUTA AKSARA " sebagai berikut :
1.  Agar masyarakat bisa membaca dan menulis.
2. Agar masyarakat lebih terbuka terhadap kemajuan baik segi teknologidan sosial.
3. Agar masyarakat mudah menerima program pemberdayaan dari penyuluh.
4. Agar masyarakat bisa menjadi penyuluh-penyuluh bagi teman-temannya.


C.Manfaat/Hasil Kegiatan

Dengan adanya Kegiatan Praktik Lapangan Kegiatan Pembelajaran Keaksaraan Funsional ini diharapkan para warga belajar nusa indah di Desa Rawa Tenam akan mendapatkan manfaat–manfaat sebagai berikut :

1. Memanfaatkan kemampuan bacanya untuk memperoleh informasi dan ide–ide baru.

2. Memanfaatkan keterampilan menulisnya untuk menggambarkan pengalaman, peristiwa–peristiwa, kegiatan yang dilakukan, membuat rencana dan bahkan membuat proposal.

3. Memanfaatkan keterampilan berhitungnya untuk mengatur keuangan,menentukan batas dan melakukan perhitungan–perhitungan yang berkaitan dengan tugasnya sehari–hari, dan menghitung banyaknya sumber–sumber atau masalah.

4. Berdiskusi dan menganalisis masalah dan sumber–sumber atau potensi yang ada di lingkungannya.

5. Mencoba ide–ide baru yang dipelajari dari bahan bacaan, dapat menulis dengan benar, menganalisis dan berdiskusi, dan dapat melaksanakan kegiatan belajarnya secara mandiri.
 




A.Tempat dan Waktu
1. Tempat
Pelaksanaan praktek lapangan dilaksanakan di Desa Rawa Tenam Kec. Pangkalan Lampam Kab. Ogan Komering Ilir.
Pusat kegiatan Di SD N 1 Desa Rawa Tenam .Adapun tenaga tutorial untuk warga belajar Rawa Tenam adalah sebagai berikut:
a. Pengelola : Kepala desa Rawa Tenam
b. Tutor : ARIS


2. Waktu
Untuk waktu pelaksanaan Praktik lapangan kelompok belajar Desa Rawa Tenam dilaksanakan mulai dari pukul 14.00 - 16.00 WIB, yaitu hari Senin , Rabu dan Jum’at yang dilaksanakan dari tanggal 14 Oktober 2019 ( 3 kali pertemuan dalam 1 minggu ).
Jadwal pelaksanaan praktik pembelajaran berwawasan kemasyarakatan adalah sebagai berikut :

PERTEMUANA
KE
HARI / TAGGAL
WAKTU
KETERANGAN
1
Senin 14 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor memperkenalkan huruf  kepada warga belajar.
2
Rabu 16 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan menulis  kepada warga belajar.
3
Jum’at 18 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor memperkenalkan angka kepada warga belajar.
4
Senin 21 0ktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan cara mengeja kepada warga belajar.
5
Rabu 23 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan bilangan penjumlahan  kepada warga belajar.
6
Jum’at 25 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan cara menyambungkan kalimat kepada warga belajar.
7
Senin 28 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan bilangan pengurangan  kepada warga belajar.
8
Rabu 30 oktober 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan cara menyusun kalimat kepada warga belajar.
9
Jum’at 01 november  2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan bilangan perkalian kepada warga belajar.
10
Senin 04 november 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan bilangan pembagian kepada warga belajar.
11
Rabu 06 november 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor mengajarkan cara membaca  dan menulis kata-kata sederhana kepada warga belajar.
12
Jum’at 08 november 2019
14.00 s/d 16.00
Tutor memberikan soal tentang matematika kepada warga belajar.





B.Materi Pelatihan
1. Materi
Pembelajaran membaca,menulis dan berhitung adalah pembelajaran yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari –hari dissesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar.



2. Media
Pembelajaran membaca,menulis,dan berhitung untuk warga belajar yang rata –rata cukup umur yang diperlukan adalah pendekatan,metode,teknik,dan media yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan tutorial.
Adapun media –media yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini adalah gambar –gambar pada karton,buku –buku cerita sederhana (bisa berupa buku cerita anak),soal –soal hitungan sederhana dsb.Media disesuaikan dengan masing –masing materi

3. Sumber
* Standar Kompetensi Keaksaraan Tingkat Lanjutan
* Eyd

C. Strategi dan Deskripsi Kegiatan
Seluruh kegiatan pembelajaran harus menekankan pada kemampuan berbahasa,membaca,dan menulis yang termasuk dalam kategori dalam berbahasa dalam kurikulum pendidikan dasar 1994 dinyatakan “Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia” adalah program untuk mengembangkan pengetahuan keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia.
Lebih lanjut dalam rambu –rambu pengajaran dan sastra Indonesia butir ketujuh dijelaskan bahwapembelajaran bahasa mencakup mendengarkan,berbicara dan menulis sastra.Hasil yang diharapkan .
Materi “Keaksaraan Fungsional” yang kita tutorialkan adalah keterampilan membaca dan menulis oleh karena itu pembelajaran orang dewasa diperlukan teknik –teknik yang tepat.
Kesulitan warga belajar dalam pembelajaran keterampilan membaca,menulis,dan berhitung disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

  1.  Kurangnya pengetahuan warga belajar tentang teknik membaca,menulis,dan berhitung yang tepat.
  2.  Keadaan ekonomi warga belajar.
  3.  Kurangnya penyuluhan pemerintah tentang buta aksara.
  4.  Kurangnya sarana dan prasarana
Usaha untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan diberikannya bimbingan dan penyuluhan mengenai buta aksara oleh pemerintah maupun praktek lapangan secara langsung khususnya dalam bidang membaca dan menulis bagi warga belajar di pedesaan.Pendekatan yang dilakukan yaitu kontek lokal,desain lokal,dan proses  partisipasi.





TEMUAN DAN HASIL



A.Temuan Hasil Evaluasi

Setelah diadakan observasi dan tanya jawab dengan warga belajar, maka diketahui permasalahan yang dihadapi oleh warga belajar terutama pembelajaran membaca,menulis,dan berhitung lanjutan dari 5 orang warga belajar ditemukan sebagai berikut :

1. 3 oarang warga lancar membaca, tapi menulis dan berhitung tidak lancar

2. 4 orang warga lancar membaca dan menulis, tapi berhitung tidak lancar



Kegitan praktek lapangan ini bersifat menunjang program pemerintahan dalam rangka menuntaskan buta aksara, meningkatkan kemampuan warga belajar dalam pembelajaran CALISTUNG (baca, tulis, hitumg) agar nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari –hari.



B.Temuan Hasil Evaluasi Produk

Berdasarkan hasil diskusi setelah observasi dan pengajian materi,maka hasil yang dicapai setelah penyajjian materi baca, tulis,hitung ialah hasil secara kualitatif.

Hasil belajar yang dicapai secara kuantitatif yaitu warga belajar mengetahui tehnik pembelajaran keterampilan membaca,menulis dan berhitung,maka warga menyadari pentingnya ketiga keterampilan tersebut.

Keterampilan membaca adalah suatu keterampilan untuk memperoleh pesan dari suatu tulisan,seperti yang dijelaskan oleh Tarigan(1990) dia menyatakan “membaca” adalah suatu proses yang dilakukan sastra untuk memperoleh pesan –pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata –kata/bahasa tulis.

Warga belajar memiliki kreatifitas untuk menciptakan suasana belajar membaca,menulis,dan berhitung dengan memanfaatkan barang –barang yang tidak terpakai lagi seperti : kalender, koran bekas,dan kemasan –kemasan sebuah produk.Kemudian warga belajar lebih terampil membagi waktu untuk belajar sendiri di rumah sesuai dengan materi yang diberikan.


C.Pembahasan

Dari hasil observasi disimpulkan bahwa kinerja warga belajar selama proses pembelajaran sangatlah baik karena didalam pembelajaran keaksaraan fungsional khususnya bidang buta aksara lanjutan,warga belajar dituntut untuk lancar membaca, menulis,dan berhitung dengan baik. Hail ini membuat warga belajar bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dan berusaha dengan baik.

Dari pembahasan diatas dapat disimoulkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar dibidang buta aksara lanjutan dapat membuat warga senang dalam belajar.Hal ini dapat kita lihat dari kinerja warga yang tinggi,sikap warga belajar yang postif didukung dengan kemampuan yang tergolong baik.

Walaupun hasil praktek lapangan yang didapat memuaskan,namun tutor juga mengalami kendala dalam membagi waktu pada saat praktek di lapangan.Seharusnya pada tiap pertemuan setiap warga mempesentasikan hasil kinerjanya di depan kelas.Namun waktu tidaklah memungkinkan,oleh karena itu hanya beberapa warga saja yang mempresentasikan hasil kerjanya.Hal ini disebabkan karena pelaksanaan membutuhkan waktu yang relatif lama.Hambatan –hambatan tersebut dikarenakan praktek lapangan ini memerlukan waktu yang lama,sedangkan waktu yang disepakati bersama dalam melaksanakan kegiatan ini hanya dilaksakan dalam waktu yang singkat.



D.Gambaran Keaktifan Warga Belajar

Keaktifan warga belajar memang sangat berperan dalam kegiatan pelaksanaan keaksaraan fungsional ini,dalam hal ini ada beberapa langkah –langkah yang perlu disampaikan yaitu :

Warga belajar datang tepat waktu,kegiatan pembelajaran dimulai dengan cerita tanya jawab,dimana warga belajar bebas mengeluarkan pendapat yang berkenaan dengan kegiatan ini.
  1.  Meminta warga belajar membaca kalimat –kalimat pendek.
  2.  Meminta warga belajar untuk menuliskan beberapa kalimat pendek.
  3.  Topik pembelajaran baca dan tulis sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehari –hari.
  4.  Tutor mengajak warga belajar untuk latihan menghitung bersama –sama dimulai dengan menghitung sederhana.
  5. Tutor mengajak warga untuk membaca cerita pendek bersama –sama.
  6. Tutor meminta warga belajar untuk merangkai beberapa kalimat menjadi sebuah paragrap sederhana.
Demikianlah gambaran keaktifan warga belajar sampai penilaian pembelajaran,penilaian yang dikembangkan dalam program keaksaraan fungsional terdiri atas penilaian awa, penilaian proses dan penilaian hasil belajar.



A.Kesimpulan

Dari kegiatan praktek lapangan ini banyak sekali memberikan manfaat khususnya bagi penulis,diantaranya memberikan pengalaman bagi penulis tentang bagaimana mengajar dan menghadapi warga belajar buta aksara lanjutan.

Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa :

Tingkat kinerja warga belajar pada pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan dinilai tinggi.Hal ini dapat dilihat dari observasi yang menunjukan bahwa terdapat beberapa warga yang belum lancar membaca,menulis dan berhitung.

Sikap warga terhadap pembelajaran keaksaraan fungsional.Tutor dan proses pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan yang telah dilaksanakan termasuk dalam kategori positif.Hal ini dapat dilihat dari semangat warga yang selalu datang 10 menit sebelum pembelajaran dimulai.

Kemampuan warga belajar setelah pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan dinilai dalam kategori baik.Hal ini dapat dilihat dari hasil yang menunjukan bahwa hasil yang diperoleh oleh warga dari yang belum lancar membaca,menuli,dan berhitung,sekarang menjadi lancar membaca,menulis,dan juga berhitung.

Pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk melaksakan 3 pelajaran yaitu :baca,tulis,dan hitung.


C. Tindak Lanjut

Sebagai akhir kegiatan di kelompok belajar  banyak temuan –temuan yang bersifat positif dan ada juga sebaliknya.Dari hasil observasi awal sebagian warga belajar terdapat beberapa warga belajar yang belum lancar membaca,menulis,dan berhitung.Ada juga pernah duduk di bangku sekolah meskipun hanya tamat SD,kemudian mereka jarang menggunakan kemampuan baca,tulis,dan hitung mereka yang menyebabkan mereka buta aksara.

Dari uraian di atas diketahui bahwasannya kegiatan keaksaraan fungsional ini sangat perlu unutuk ditindaklanjuti agarmereka dapat terus melatih kemampuan baca,tulis dan hitung mereka.Namun mengingat terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia serta keterbatasan waktu menyebabkan kita tidak dapat memaksa mereka untuk terus melatih kemampuan mereka.Maka dari itu kesadaran mereka untuk datang tepat waktu pada kegiatan keaksaraan fungsional ini amatlah membanggakan.

Untuk masa yang akan datang kebutuhan belajar harus benar –benar kita persiapkan dengan baik agar apa yang kita harapkan dapat tercapai.





Posting Komentar

0 Komentar